Senin, 04 Mei 2015
BAND PERTUNI BANYUMAS BERSAMA IDEALISMEKU
Pengalaman ini terjadi sewaktu pada hari kemarin di hari minggu ketika saya sedang berkumpul bersama teman - teman sesama penyandang Tunanetra yang menamakan Organisasinya Pertuni Banyumas. Sebenarnya diumur saya yang mulai menginjak 32 tahun sudah tidak begitu tertarik dengan bunia Show Bizz dan Musik, rasanya malas saja dan lebih cenderung bermain gitar untuk diri sendiri saja, tapi sepertinya takdir berkehendak lain, sepertinya Allah tidak ingin saya berhenti sampai disitu saja, ada saja yang mengajak bermain Band walaupun hanya sekedar melepas penat saja. Sampai akhirnya ketika saya kembali ke kota tercinta saya ini yaitu Purwokerto, sayapun ditawari masuk ke dalam sebuah Band yaitu Pertuni Banyumas Band yang berisikan semua penyandang Tunanetra. Kali inipun saya dipercaya memegang melody pada Gitar electrick.
Perdebatan itupun terjadi ketika Band tersebut harus stagnan karena bermasalah pada penggarapan musik yang bertema Koesplus, hingga Pak Budi berujar 'Jangan sampai gara - gara mau manggung ke RRI dan Banyumas Tv kita jadi kacau'. Lalu dengan nada emosi saya bertanya 'Kacau Bagaimana?'.
Sepertinya penggarapan lagu tersebut menjadi kendala berarti dalam kemajuan sebuah band. Saya tahu maksudnya, bahwa mereka ingin selalu menyanyikan lagu dang dut, bukannya koesplus. Hanya saja karena ada penawaran untuk manggung dengan tema Koesplus mereka menjadi berambisi untuk itu akan tetapi tidak terlalu serius dalam berlatih.
Ada saja alasannya ya karena harus memijat atau anak atau lainnya. Saya tahu mereka harus memenuhi kebutuhan sehari – hari dengan memijat atau lainnya, tapi dalam dunia Show Bizz itu tidak ada alasan apapun, penonton ingin dihibur dan mereka membayar untuk itu dan saya tidak ingin Band ini tampil seadanya dan orang hanya berkata ‘Ya segitu juga sudah bagus, namanya juga Tunanetra’. Tidak, tidak saya tidak ingin teman – teman saya diremehkan dengan kalimat itu, saya ingin teman – teman tampil dengan penampilan maksimal dan paling tidak setara dengan Band – band umum lainnya. Jangan ada ungkapan kasihan itu terlontar dari mereka, jadi maafkan saya teman – teman Bandku jika saya berkata sedikit kasar, karena saya tidak ingin kita disepelkan atau diremehkan, saya ingin kita walaupun memiliki keterbatasan, akan tetapi kita bisa memiliki hak dan kewajiban yang sama seperti lainnya.
Maka dari itu, teruslah berlatih dan berlatih hingga kita layak untuk tampil dan orang orang berkata ‘Wow hebat, ternyata Tunanetra Ok juga’
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar