Sabtu, 02 Mei 2015

MUSIK ROCK DAN DIRIKU

Kadang agak sedikit sebal juga sebuah hasil penelitian yang digemborkan sana - sini tanpa ada klarifikasi terlebih dahulu.Penelitian itu berupa tentang keajaiban Air yang diperdengarkan dengan lantunan doa dan musik Rock memiliki perbedaan yang sangat signifikan. Permasalahannya adalah bukan hasil dari peneelitian tersebut yang memiliki kesimpulan bahwa air dapat berubah sesuai dengan apa yang kita inginkan. Efeknya adalah ada orang yang menjadi beranggapan bahwa musik Rock itu jelek dan menyesatkan. Padahal penelitian itu juga tidak menjelaskan secara pasti musik Rock aliran jenis apa dan bagaimana. Pengalaman saya sendiri yang harus mengalami fase melihat dan sekarang menjadi Tunanetra sangat terbantu dengan Musik Rock tersebut. Musik Rock itu bisa memberikan semangat hidup dan memacu adrenalin saya agar selalu berusaha lebih keras dalam menjalani hidup ini menjadi lebih baik. Saya yang lebih menyukai musik Rock jenis Slow Rock, Pop Rock, Alternatif, Melodick Core dan lainnya merasa terpacu dengan aliran musik tersebut. Apalagi ketika ketika saya sedang memegang sebuah Gitar Electrick dengan distorsi full, sepertinya saya sedang menggenggam dunia ini. Pernah suatu saat ketika perlahan - lahan mata saya mengalami penurunan kemampuan mata dan disaat itulah Band yang saya sudah bentuk beberapa tahun lalu harus bubar karena kesibukan teman - teman Band saya yang harus mencari sesuatu untuk penghidupan mereka. Dari situ saya bertanya dalam hati, apakah ada masalah antara ngeband dan bekerja atau berbisnis? tidak bisakah meluangkan waktu satu jam saja di setiap minggunya atau setiap bulan saja untuk ngeband atau sekedar bercengkrama bersama? kenapa uang bisa mengalahkan hobi kita? Disaat seperti itulah saya duduk dalam kaar saya dan mencoba menyetel beberapa lagu kesukaan saya seperti Blink 182, Mr Big dan lainnya. Saya membayangkan grup musik seperti mereka pastilah juga pernah mengalami hal seperti yang saya alami ini, tapi mereka tetap bermain, tetap berkarya tidak perduli apakah musik yang mereka hasilkan itu laku dipasaran atau tidak, itulah idealisme. Saya mulai menetapkan tekad bahwa dengan keterbatasan saya ini, saya bisa menyeimbangkan antara musik, bekerja dan mencari uang. Saya yakin, dulu sewaktu saya membentuk Band itu, walaupun dengan kemampuan bermusik yang pas - pasan tapi bisa membawa Band saya hingga muncul ke permukaan ya walaupun hanya sampai Band Lokal saja, tapi kami mampu membuat beberapa lagu yang merupakan hasil karya sendiri dan pasti saya bisa membangun sebuah bisnis atau usaha walaupun dengan modal yang seadanya juga. Bermodalkan uang 30 Ribu Rupiah saya mencoba membuat masakan yaitu Mie Goreng yang saya masukkan ke dalam wadah atau tempat dan di jual. Dari 15 Porsi Mie Goreng saya berhasil menjual sekitar 7 Porsi. Ya walaupun tidak menghasilkan keuntungan lebih, hanya balik modal saja akan tetapi dari situlah saya meyakini bahwa setiap usaha pasti menghasilkan sesuatu. Kemudian dengan meminjam modal kepada Bapak saya sekitar 7 Juta, saya mulai membuka usaha Laundry walaupun masih bertempat di rumah saja. Dari situlah usaha saya mulai berkembang hingga merambah ke usaha lainnya seperti budidaya tanaman Strawberry dan Jamur Tiram. Alhamdulillah semua berjalan dan saya masih bisa ngeband walaupun bukan bersama Band yang dulu. Hingga suatu saat teman saya yang dulu juga ikut dalam Band yang saya bentuk dulu datang ke tempat saya dan ingin berhutang uang kepada saya. Ya, saya hanya tersenyum kecil sembari menyerahkan uang yang ia minta sembari bersyukur bahwa kepada Allah yang telah memberikan bayak potensi dan kreatifitas kepada saya. Terimakasih ya Allah engkau telah memberikan hal - hal yang hebat untukku disaat mata ini engkau ambil. Di tulisan ini saya hanya ingin berkata bahwa tidak masalah jika anak anda suka dengan musik Rock, tidak masalah jika anda sendiri suka musik Rock, asalkan bisa menghasilkan hal yang positif dan menambah kreatifitas kenapa tidak, jadi jangan takut dengan musik Rock yaa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar